Cari Blog Ini

Kamis, 16 Desember 2010

Prinsip - Prinsip Dasar Multimedia Interaktif


  • Definitions
    Multi - (Latin) “multus” - numerous or many
    Media - (Latin) “medium” - middle or center. More recently intermediary
    Multimedia - “multiple intermediaries” or “multiple means”



  • What is Multimedia?

    Multimedia is defined as an interactive computer-mediated presentation that includes at least two of the following elements: text, sound, still graphic images, motion graphics, and animation
    Multimedia is the seamless integration of text, sound, images of all kinds and control software within a single digital information environment
    Multimedia is The use of computers to present text, graphics, video, animation and sound in an integrated way
    Multimedia is Multiple means by which information is stored, transmitted, presented, and perceived



  • The Big Picture









  • What is Interactive Multimedia

    Interactive Multimedia is seamless digital integration of text, graphics, animation, audio, still images and motion video in a way that provides individual users with high levels of control and interaction.
    Interactive.
    Key feature of multimedia.
    User determines what content is delivered, when it is delivered and how
    Non-linear


  • Why Use Multimedia

    Ease of use
    Intuitive Interface
    Immersive Experience
    Self-Paced Interaction and Better Retention
    Better Understanding of the Content
    Cost Effectiveness
    More Fun = Greater Efficiency


  • Multimedia Development


Detail sebagai berikut:

http://www.scribd.com/doc/45667210/01-Prinsip-Dasar-Mulmed-Interaktif

Minggu, 13 Juni 2010

Sertifications as MCSE, MCDBA, MCSD, A+, Network+, Security+, CCNA, CCNP

Welcome to ExamCollection.com!
Have you ever prepared for a certification exam using PDFs or braindumps? If yes, then I think you will agree with me that using practice test software is more comfortable and efficient way to prepare.

The purpose of this site is to help you use TestKing, Pass4sure, CertifyMe, ActualTest, Braindumps and other PDFs as practice exams, not the multipage text documents as most of us have used it.

Here you can download free practice tests for such certifications as MCSE, MCDBA, MCSD, A+, Network+, Security+, CCNA, CCNP, and so on. All tests on this site have been created with Visual CertExam Suite. Visual CertExam Suite is an exam simulator developed for certification exam preparation. You can also use it as a Trandumper replacement. Files with VCE extension can be opened with this program.

http://www.examcollection.com/

Kamis, 10 Juni 2010

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library (Bahasa Inggris, diterjemahkan Pustaka Infrastruktur Teknologi Informasi), adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.

Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

1.Service Strategy
2.Service Design
3.Service Transition
4.Service Operation
5.Continual Service Improvement
Kelima bagian tersebut dikemas dalam bentuk buku, atau biasa disebut sebagai core guidance publications. Setiap buku dalam kelompok utama ini berisi:

1.Practice fundamentals – menjelaskan latar belakang tahapan lifecycle serta kontribusinya terhadap pengelolaan layanan TI secara keseluruhan.
2.Practice principles – menjelaskan konsep-konsep kebijakan serta tata kelola tahanan lifecycle yang menjadi acuan setiap proses terkait dalam tahapan ini.
3.Lifecycle processes and activities – menjelaskan berbagai proses maupun aktivitas yang menjadi kegiatan utama tahapan lifecycle. Misalnya proses financial management dan demand management dalam tahapan Service Strategy.
4.Supporting organization structures and roles – proses-proses ITIL tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa defini roles dan responsibilities. Bagian ini menjelaskan semua aspek yang terkait dengan kesiapan model dan struktur organisasi.
5.Technology considerations – menjelaskan solusi-solusi otomatisasi atau software ITIL yang dapat digunakan pada tahapan lifecycle, serta persyaratannya.
6.Practice Implementation – berisi acuan/panduan bagi organisasi TI yang ingin mengimplementasikan atau yang ingin meningkatkan proses-proses ITIL.
7.Complementary guideline – berisi acuan model-model best practice lain selain ITIL yang dapat digunakan sebagai referensi bagian tahapan lifecycle.
8.Examples and templates – berisi template maupun contoh-contoh pengaplikasian proses.
Di samping buku-buku dalam core guidance publications, ada juga complementary guidance. Dimana buku-buku dalam kategori nantinya dimaksudkan untuk memberikan model, acuan dan panduan bagi penerapan ITIL pada sektor-sektor tertentu seperti jenis industri tertentu, tipe organisasi serta arsitektur teknologi. Dengan demikian, ITIL akan dapat lebih diterima serta diadaptasi sesuai dengan lingkungan serta behaviour dari setiap organisasi TI.

Siklus Layanan ITIL

Kelima bagian ITIL yang seperti tersebut di atas biasanya disebut juga sebagai bagian dari sebuah siklus. Dikenal pula dengan sebutan Sikuls Layanan ITIL. Secara singkat, masing-masing bagian dijelaskan sebagai berikut.

Service Strategy Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.

Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.

Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:

1.Service Portfolio Management
2.Financial Management
3.Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.

Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

Service Design Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:

1.Service Catalog Management
2.Service Level Management
3.Supplier Management
4.Capacity Management
5.Availability Management
6.IT Service Continuity Management
7.Information Security Management
Service Transition Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:

1.Transition Planning and Support
2.Change Management
3.Service Asset & Configuration Management
4.Release & Deployment Management
5.Service Validation
6.Evaluation
7.Knowledge Management
Service Operation Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:

1.Event Management
2.Incident Management
3.Problem Management
4.Request Fulfillment
5.Access Management
Continual Service Improvement Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

Senin, 16 November 2009

SAP



SAP adalah software ERP yang sangat terintegrasi antara module-modulenya, seperti Sales Distribution, Material Management, Financial dan Controlling, Human Resource dan masih banyak lagi. Karena keintegrasiannya dan sifatnya yang sangat generic membuat software ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia dan menjadikan segala sesuatu yang berhubungan dengan SAP software menjadi sangat mahal, mulai dari licence, training, human resource, dan hardware.
Karena segalanya sangat mahal, jadi bagi perusahaan yang hendak mengimplementasikan SAP seblaiknya melakukan analisa terlebih dahulu akan keuntungan dan kerugiannya.


Dengan menerapkan SAP, maka semua bidang bisnis suatu perusahaan secara generic telah tercover secara baik. Bagian purchasing bisa melakukan pemesanan barang dan datanya bisa dilakukan oleh bagian finance untuk melakukan pembayaran atas pembelian tersebut. Setelah barang datang, bagian warehouse dapat menyimpan data penerimaan barang dan stok barang akan bertambah dengan adanya transaksi tersebut.

Umumnya perusahaan akan menerapkan module Financial dan Controlling, yang kemudian bisa dilanjutkan dengan module yang lain sesuai dengan kebutuhan. Module Financial dan Controlling (FICO) akan menangani segala transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran dan pemasukan uang, dan akan membantu dalam pencatatan dan pembuatan laporan keuangan. Untuk pembayaran pajak, biasanya perlu dilakukan pengembangan aplikasi sendiri, terutama di Indonesia karena SAP belum men-support transaksi pajak di Indonesia. Hal ini disebabkan karena hukum perpajakan di Indonesia masih belum stabil.

Bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan penyimpanan dan pergerakan material dengan FICO dapat mengimplementasikan Material Management. Bagi perusahaan yang ingin menerapkan penjualan ke customer, dapat mengimplementasikan Sales & Distribution Module.

Sedangkan perusahaan yang ingin mengimplementasikan urusan yang berhubungan dengan tenaga kerja alias karyawan, bisa menerapkan Human Resource Module. Human Resource Module bisa dilihat dari Human Resource Administration atau Human Resource Development.

Human Resource Administration termasuk pencatatan data karyawan dari masuk hingga retire, payroll, absensi, benefits. Sedangkan Human Resource Development mencakup training, penilaian karyawan.

Bagi beberapa perusahaan yang akan memperhatikan customernya, dapat menerapkan module CSM (Customer Satisfaction Management) Module. Bagi perusahaan yang ingin penampilan reportnya menjadi dinamik, dapat menerapkan module BW. Bagi perusahaan yang ingin lebih memperhatikan budgeting, dapat menerapkan SEM.

Bagi perusahaan yang mempunyai banyak sekali project dan bernilai sangat tinggi, dapat menggunakan SAP Module PS dan PM untuk membantu dalam mengelola perencanaan project tersebut.

Dalam implementasinya, kita harus mengingat bahwa yang ada di SAP adalah semua proses generic, sehingga bila suatu perusahaan mempunyai bisnis proses yang unik, maka mereka perlu melakukan sedikit modifikasi, mereka dapat melakukan enhancement dengan mengembangkan beberapa aplikasi dengan menggunakan ABAP. ABAP adalah bahasa programming yang digunakan di SAP software.
ABAP yang digunakan biasanya mempunyai sedikit perbedaan di beberapa module, seperti ABAP untuk HR Module dan FI module akan sedikit berbeda, karena di HR module kita mengenail istilah infotype dimana tidak kita temukan di FI module.

Tapi bagi perusahaan yang tidak melakukan modifikasi, SAP menyediakan cukup fleksibilitas dengan banyak konfigurasi yang bisa dilakukan. Konfigurasi ini agak sulit dipelajari. Cara terbaik adalah dengan langsung terjun ke proyek implementasi SAP. Orang yang melakukan konfigurasi biasa dikenal dengan orang functional.

Selain bisnis proses yang terdapat di SAP, perlu diperhatikan para supporternya, seperti pengadaan server dan interface. Hal-hal yang berhubungan dengan pengadaan server, biasa dikenal sebagai BASIS. Sedangkan interface, biasanya digunakan bagi perusahaan yang menggunakan software lain selain SAP untuk kebutuhan yang tidak bisa dilakukan SAP dengan baik. Interface di SAP adalah Xi.

Umumnya satu orang hanya dapat menguasai satu bidang di SAP, misalnya orang BASIS, maka mereka akan fokus pada BASIS. Jarang ada orang yang menguasai berbagai bidang SAP sekaligus, karena kekomplekannya. Untuk menguasai satu skill di SAP, selain dengan training (biasanya hanya 10-20% penguasaannnya), umumnya mereka harus terjun ke dalam cycle implementasi SAP. Skill seseorang biasanya dilihat dari berapa kali cycle dia terlibat dalam implementasi SAP, selain dari sertifikasi dan lamanya terlibat dalam SAP experience.

Karenanya, seorang yang mempunyai skill SAP akan sangat mahal harganya. Semakin tinggi skillnya, semakin mahal harganya. Hitungan mereka per jam adalah US$1-1,5 K. Jadi, anda mau menjadi SAP people ?

Kamis, 05 November 2009

Apa itu cPanel?

Apa itu cPanel?
cPanel adalah online Control Panel yang dapat digunakan untuk mengatur website, membuat email account dan banyak hal lainnya seperti instalasi script.

Beberapa hal yang dapat dilakukan dengan cPanel:

1.Menambah/menghapus/merubah Email account
2.Upload file dari browser
3.Instalasi software/script
4.Password protection untuk folder
5.Edit file-file web site anda langsung dari browser
6.Melihat Statistik web site

Apa yang dimaksud dengan Hosting?

Apa yang dimaksud dengan Hosting?
Hosting (disebut juga Web Hosting / sewa hosting) adalah penyewaan tempat untuk menampung data-data yang diperlukan oleh sebuah website dan sehingga dapat diakses lewat Internet. Data disini dapat berupa file, gambar, email, aplikasi/program/script dan database.

Pengertian Hosting dapat diibaratkan sebagai contoh berikut; sebuah website diibaratkan sama dengan kios/ruangan di Mall.

Manajemen Mall menyewakan ruangan, infrastruktur, listrik, telepon dan fasilitas lainnya agar orang-orang dapat membuka usaha. Setiap kios pengelolanya dapat berbeda, dekorasinya berlainan dan beroperasi masing-masing dengan caranya sendiri. Dalam hal ini kios atau ruangan yang disewa tentu mempunyai batasan ruangan (mis: 10m x 7m) dan maksimum adalah besarnya gedung Mall tersebut.

Perusahaan Hosting seperti IdeBagus menyediakan hardware, jaringan (infrastruktur), email (telepon), dan sebagainya agar anda dapat membuka/membuat website. Server (gedung Mall) kami dihuni oleh banyak pelanggan, masing-masing pelanggan mempunyai batas penggunaan diskspace (batasan ruangan) dan tentu saja setiap pelanggan mengoperasikan websitenya masing-masing.

Selasa, 03 November 2009

Panduan dasar mengonlinekan website

Bila ingin website kita bisa diakses di internet maka kita harus memiliki domain dan hosting terlebih dahulu.

Setelah itu maka domain kita name server nya diarahkan ke settingan hosting. Silahkan lihat di cpanel (control panel hosting) masing-masing, biasanya disebutkan ns1.namahosting.com dan ns2.namahosting.com, dimana namahosting diganti sesuai dengan settingan yang diberikan oleh hosting masing-masing.

Setelah itu maka domain akan bersambung dengan hosting yang biasanya dikenal dengan istilah propagate, waktu propagate agar sempurna memerlukan waktu 1-2 hari. Biasanya bila di daerah Amerika atau Eropa lebih cepat domain tersebut ter-propagate, kadang di Indonesia agak lambat, tapi juga tidak selamanya demikian, kadang dalam waktu 5 menit saja sudah domain sudah tersambung dengan hosting.

Setelah itu maka Anda perlu mengisi domain tersebut agar ada isinya dan enak dilihat, isilah website tersebut dengan file yang diinginkan, tentunya file-file tersebut sudah terlebih dahulu disiapkan di komputer masing-masing.

Untuk memindahkan file dari komputer ke website kita maka diperlukan FTP software, bila belum mempunyainya dapat menggunakan software gratis, misalnya :

- filezilla, silahkan download gratis di :

http://filezilla-project.org/ atau
http://filezilla-project.org/download.php

- Smart FTP, silahkan download gratis di :

http://www.smartftp.com/download

Setelah di download, buka file ftp Anda (Anda harus terhubung koneksi internet) dan ketika dijalankankan, kurang lebih FTP software filezilla berbentuk seperti berikut:



Contoh Filezilla
.Pada kotak Addres masukkan nama domain Anda

Pada kotak User masukkan username Anda yang dibuat waktu mendaftar di hosting

Pada kotak Password masukkan password Anda yang dibuat waktu mendaftar hosting

Lalu pilih Quickconnect

Maka akan terhubung ke lokasi penyimpanan file Anda di server hosting, kemudian masuk ke folder public html dengan cara klik dua kali di folder public_html.




public html
.

Setelah itu tempatkan folder disebelah kiri sesuai dengan file yang akan kita upload, sehingga tampilannya akan berbentuk seperti ini:


tampilan folder kiri dan kanan
.Terlihat di atas bahwa di sebelah kiri adalah file file kita di komputer dan di sebelah kanan adalah posisi file yang untuk penempatan di hosting/server yang saat ini masih kosong.

Upload file di komputer kita dengan cara:

Sorot/arahkan mouse ke file yang diingkan, klik kanan dan akan muncul kotak pilihan, pilih menu upload. Klik pilihan upload tersebut seperti terlihat pada gambar di bawah:



Upload
.Lakukan hal yang sama pada setiap file yang ingin diupload, bila ingin lebih cepat lagi maka blok semua file di komputer kita lalu klik kanan dan pilih menu upload.

Selanjutnya FTP Software akan bekerja mentransfer file dari komputer kita ke hosting. Bila semua file sudah teruplod maka proses upload dikatakan selesai.

Video tutorial mengoploadkan website silahkan lihat di:

Smart FTP
Menkonfigurasi situs Anda
Transfer files
Mengatur files Anda
..Semoga bermanfaat.