Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20)
Bacalah berulang kalam dari Rabb yang mulia di atas berikut maknanya… Setelahnya, apa yang kamu pahami dari kehidupan dunia?
Masihkah dunia membuaimu? Masihkah angan-anganmu melambung tuk meraih gemerlapnya? Masihkah engkau tertipu dengan kesenangannya?
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu dalam Tafsir-nya, “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang hakikat dunia dan apa yang ada di atasnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan akhir kesudahannya dan kesudahan penduduknya. Dunia adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Mempermainkan tubuh dan melalaikan hati. Bukti akan hal ini didapatkan dan terjadi pada anak-anak dunia1. Engkau dapati mereka menghabiskan waktu-waktu dalam umur mereka dengan sesuatu yang melalaikan hati dan melengahkan dari berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun janji (pahala dan surga, -pent.) dan ancaman (adzab dan neraka, -pent.) yang ada di hadapan, engkau lihat mereka telah menjadikan agama mereka sebagai permainan dan gurauan belaka. Berbeda halnya dengan orang yang sadar dan orang-orang yang beramal untuk akhirat. Hati mereka penuh disemarakkan dengan dzikrullah, mengenali dan mencintai-Nya. Mereka sibukkan waktu-waktu mereka dengan melakukan amalan yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah daripada membuangnya untuk sesuatu yang manfaatnya sedikit.”
Asy-Syaikh rahimahullahu melanjutkan, “Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan permisalan bagi dunia dengan hujan yang turun di atas bumi. Suburlah karenanya tumbuh-tumbuhan yang dimakan oleh manusia dan hewan. Hingga ketika bumi telah memakai perhiasan dan keindahannya, dan para penanamnya, yang cita-cita dan pandangan mereka hanya sebatas dunia, pun terkagum-kagum karenanya. Datanglah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akhirnya tanaman itu layu, menguning, kering dan hancur. Bumi kembali kepada keadaannya semula, seakan-akan belum pernah ada tetumbuhan yang hijau di atasnya. Demikianlah dunia. Tatkala pemiliknya bermegah-megahan dengannya, apa saja yang ia inginkan dari tuntutan dunia dapat ia peroleh. Apa saja perkara dunia yang ia tuju, ia dapatkan pintu-pintunya terbuka. Namun tiba-tiba ketetapan takdir menimpanya berupa hilangnya dunianya dari tangannya. Hilangnya kekuasaannya… Jadilah ia meninggalkan dunia dengan tangan kosong, tidak ada bekal yang dibawanya kecuali kain kafan….” (Taisir Al-Karimirir Rahman, hal. 841)
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkisah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat). Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata:
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا: وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
“Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?” “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah bersabda:
لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun.” (HR. At-Tirmidzi no. 2320, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 686)
Tatkala orang-orang yang utama, mulia lagi berakal mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghinakan dunia, mereka pun enggan untuk tenggelam dalam kesenangannya. Apalah lagi mereka mengetahui bahwa Nabi mereka Shallallahu ‘alaihi wa sallam hidup di dunia penuh kezuhudan dan memperingatkan para shahabatnya dari fitnah dunia. Mereka pun mengambil dunia sekedarnya dan mengeluarkannya di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebanyak-banyaknya. Mereka ambil sekedar yang mencukupi dan mereka tinggalkan yang melalaikan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, sambil memegang pundak iparnya ini:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat (musafir).” (HR. Al-Bukhari no. 6416)
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma pun memegang teguh wasiat Nabinya baik dalam ucapan maupun perbuatan. Dalam ucapannya beliau berkata setelah menyampaikan hadits Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, “Bila engkau berada di sore hati maka janganlah engkau menanti datangnya pagi. Sebaliknya bila engkau berada di pagi hari, janganlah menanti sore. Gunakanlah waktu sehatmu (untuk beramal ketaatan) sebelum datang sakitmu. Dan gunakan hidupmu (untuk beramal shalih) sebelum kematian menjemputmu.”
Adapun dalam perbuatan, beliau radhiyallahu ‘anhuma merupakan shahabat yang terkenal dengan kezuhudan dan sifat qana’ahnya (merasa cukup walau dengan yang sedikit) terhadap dunia. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Pemuda Quraisy yang paling dapat menahan dirinya dari dunia adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma.” (Siyar A’lamin Nubala`, hal. 3/211)
Ibnu Baththal rahimahullahu menjelaskan berkenaan dengan hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma di atas, “Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk mengutamakan sifat zuhud dalam kehidupan dunia dan mengambil perbekalan secukupnya. Sebagaimana musafir tidak membutuhkan bekal lebih dari apa yang dapat mengantarkannya sampai ke tujuan, demikian pula seorang mukmin di dunia ini, ia tidak butuh lebih dari apa yang dapat menyampaikannya ke tempat akhirnya.” (Fathul Bari, 11/282)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata memberikan penjelasan terhadap hadits ini, “Janganlah engkau condong kepada dunia. Jangan engkau jadikan dunia sebagai tanah air (tempat menetap), dan jangan pula pernah terbetik di jiwamu untuk hidup kekal di dalamnya. Jangan engkau terpaut kepada dunia kecuali sekadar terkaitnya seorang asing pada selain tanah airnya, di mana ia ingin segera meninggalkan negeri asing tersebut guna kembali kepada keluarganya.” (Syarhu Al-Arba’in An-Nawawiyyah fil Ahadits Ash-Shahihah An-Nabawiyyah, hal. 105)
Suatu ketika Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur di atas selembar tikar. Ketika bangkit dari tidurnya tikar tersebut meninggalkan bekas pada tubuh beliau. Berkatalah para shahabat yang menyaksikan hal itu, “Wahai Rasulullah, seandainya boleh kami siapkan untukmu kasur yang empuk!” Beliau menjawab:
مَا لِي وَمَا لِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Ada kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2377, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi)
Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah menangis melihat kesahajaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai beliau hanya tidur di atas selembar tikar tanpa dialasi apapun. Umar radhiyallahu ‘anhu berkata:
فَرَأَيْتُ أَثَرَ الْحَصِيْرِ فِي جَنْبِهِ فَبَكَيْتُ. فَقَالَ: مَا يُبْكِيْكَ؟ فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ كِسْرَى وَقَيْصَرَ فِيْمَا هُمَا فِيْهِ وَأَنْتَ رَسُوْلُ اللهِ. فَقَالَ: أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُوْنَ لَهُمُ الدُّنْيَا وَلَنَا اْلآخِرَةُ؟
Aku melihat bekas tikar di lambung/rusuk beliau, maka aku pun menangis, hingga mengundang tanya beliau, “Apa yang membuatmu menangis?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, sungguh Kisra (raja Persia, -pent.) dan Kaisar (raja Romawi -pent.) berada dalam kemegahannya, sementara engkau adalah utusan Allah2.” Beliau menjawab, “Tidakkah engkau ridha mereka mendapatkan dunia sedangkan kita mendapatkan akhirat?” (HR. Al-Bukhari no. 4913 dan Muslim no. 3676)
Dalam kesempatan yang sama, Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Nabinya:
ادْعُ اللهَ فَلْيُوَسِّعْ عَلَى أُمَّتِكَ فَإِنَّ فَارِسَ وَالرُّوْمَ وُسِّعَ عَلَيْهِمْ وَأُعْطُوا الدُّنْيَا وَهُمْ لاَ يَعْبُدُوْنَ اللهَ. وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ: أَوَفِي شَكٍّ أَنْتَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ، أُولَئِكَ قَوْمٌ عُجِّلَتْ لَهُمْ طَيِّبَاتُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Mohon engkau wahai Rasulullah berdoa kepada Allah agar Allah memberikan kelapangan hidup bagi umatmu. Sungguh Allah telah melapangkan (memberi kemegahan) kepada Persia dan Romawi, padahal mereka tidak beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Rasulullah meluruskan duduknya, kemudian berkata, “Apakah engkau dalam keraguan, wahai putra Al-Khaththab? Mereka itu adalah orang-orang yang disegerakan kesenangan (kenikmatan hidup/rezeki yang baik-baik) mereka di dalam kehidupan dunia3?” (HR. Al-Bukhari no. 5191 dan Muslim no. 3679)
Demikianlah nilai dunia, wahai saudariku. Dan tergambar bagimu bagaimana orang-orang yang bertakwa lagi cendikia itu mengarungi dunia mereka. Mereka enggan untuk tenggelam di dalamnya, karena dunia hanyalah tempat penyeberangan… Di ujung sana menanti negeri keabadian yang keutamaannya tiada terbandingi dengan dunia.
Al-Mustaurid bin Syaddad radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا الدُّنْيَا فِي اْلآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ
“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat?” (HR. Muslim no. 7126)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu menerangkan, “Makna hadits di atas adalah pendeknya masa dunia dan fananya kelezatannya bila dibandingkan dengan kelanggengan akhirat berikut kelezatan dan kenikmatannya, tidak lain kecuali seperti air yang menempel di jari bila dibandingkan dengan air yang masih tersisa di lautan.” (Al-Minhaj, 17/190)
Lihatlah demikian kecilnya perbendaharaan dunia bila dibandingkan dengan akhirat. Maka siapa lagi yang tertipu oleh dunia selain orang yang pandir, karena dunia takkan dapat menipu orang yang cerdas dan berakal. (Bahjatun Nazhirin, 1/531)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Footnote:
1 Mereka yang tertipu dengan dunia.
2 Dalam riwayat lain yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim (no. 3675) disebutkan ucapan Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu:
فَابْتَدَرَتْ عَيْنَايَ. قَالَ: مَا يُبْكِيْكَ، يَا ابْنَ الْخَطَّابِ؟ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ وَمَا لِي لاَ أَبْكِي وَهَذَا الْحَصِيْرُ قَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِكَ وَهَذِهِ خِزَانَتُكَ لاَ أَرَى فِيْهَا إِلاَّ مَا أَرَى، وَذَاكَ قَيْصَرُ وَكِسْرَى فِي الثِّمَارِ وَاْلأَنْهَارِ وَأَنْتَ رَسُوْلُ اللهِ وَصَفْوَتُهُ وَهَذِهِ خِزَانَتُكَ
“Maka bercucuranlah air mataku.” Melihat hal itu beliau bertanya, “Apa yang membuatmu menangis, wahai putra Al-Khaththab?” Aku menjawab, “Wahai Nabiyullah, bagaimana aku tidak menangis, aku menyaksikan tikar ini membekas pada rusukmu. Aku melihat lemarimu tidak ada isinya kecuali sekedar yang aku lihat. Sementara Kaisar dan Kisra dalam limpahan kemewahan dengan buah-buahan dan sungai-sungai yang mengalir. Padahal engkau (jauh lebih mulia daripada mereka, -pent.) adalah utusan Allah dan manusia pilihan-Nya, dalam keadaan lemarimu hanya begini.”
3 Adapun di akhirat kelak, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِيْنَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُوْنَ فِي اْلأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُوْنَ
“Dan ingatlah hari ketika orang-orang kafir dihadapkan ke neraka, kepada mereka dikatakan, ‘Kalian telah menghabiskan kesenangan hidup (rezeki yang baik-baik) kalian dalam kehidupan duniawi saja dan kalian telah bersenang-senang dengannya. Maka pada hari ini kalian dibalas dengan adzab yang menghinakan karena kalian telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa haq dan karena kalian berbuat kefasikan’.” (Al-Ahqaf: 20)
(Sumber: Majalah Syari’ah, Vol. III/No. 36/1428H/2007, kategori: Mutiara Kata, hal. 92-95. )
Cari Blog Ini
Kamis, 20 Agustus 2009
Rabu, 19 Agustus 2009
Roket RX-420 & CN-235 Militer:Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
Roket RX-420 & CN-235 Militer:Gentarkan malaysia
Roket RX-420 & CN-235 Militer:
Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
Oleh Cardiyan HIS
Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal
dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang
sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.
Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia
yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu
saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni
Malaysia.
Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara.
Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km
bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi
ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia.
Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan
sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem
mikroprosesor yang masih diimpor.
Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. Kalah
jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks
pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari
Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih
dari Rp. 700 trilyun.
Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano
Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan
berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik.
Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan
satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan
masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan
Iran.
Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan?
Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan
damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia.
Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan
roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka
sekarang ini pun juga!!!
Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura
dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau
ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia
Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan
halnya Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari
utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman
nyata di masa depan dekat.
CN 235 Versi Militer
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" dengan
kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan
roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan
lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI.
Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal
selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah..
Kalau para ekonom Indonesia beraliran neolib antek-antek World Bank dan IMF
menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot
investasi terlalu banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total,
SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea
Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati?
Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai
yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235
versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan
teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi
kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer
(disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal
selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang
Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil.
Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat
dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena
harganya lebih murah".
Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus
tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen
teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.
Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,
harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para
ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team
work.
Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat
tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan
menjual sebuah Honda Jazz.
Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk
pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan
produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing
yang tak bisa bayar cash.
Roket RX-420 & CN-235 Militer:
Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
Oleh Cardiyan HIS
Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal
dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang
sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.
Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia
yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu
saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni
Malaysia.
Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara.
Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km
bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi
ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia.
Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan
sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem
mikroprosesor yang masih diimpor.
Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. Kalah
jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks
pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari
Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih
dari Rp. 700 trilyun.
Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano
Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan
berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik.
Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan
satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan
masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan
Iran.
Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan?
Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan
damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia.
Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan
roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka
sekarang ini pun juga!!!
Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura
dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau
ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia
Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan
halnya Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari
utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman
nyata di masa depan dekat.
CN 235 Versi Militer
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" dengan
kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan
roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan
lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI.
Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal
selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah..
Kalau para ekonom Indonesia beraliran neolib antek-antek World Bank dan IMF
menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot
investasi terlalu banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total,
SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea
Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati?
Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai
yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235
versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan
teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi
kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer
(disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal
selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang
Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil.
Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat
dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena
harganya lebih murah".
Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus
tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen
teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.
Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,
harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para
ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team
work.
Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat
tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan
menjual sebuah Honda Jazz.
Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk
pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan
produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing
yang tak bisa bayar cash.
Selasa, 18 Agustus 2009
Hadirkan Nuansa Ramadhan Itu Kembali
oleh Addy Aba Salma Rabu, 05/08/2009 14:11 WIB
Tak terasa waktu terus berlalu. Hari-hari terlalui, dan bulan Ramadhan itu sebentar lagi akan datang kembali. Sepertinya baru saja kemarin Ramadhan tahun lalu kita tinggalkan, bulan mulia yang penuh dengan keberkahan. Dimana di bulan Ramadhan tahun yang lalu itu, kita begitu dekat dengan Allah SWT. Kita lalui hari-harinya untuk senantiasa beribadah kepada-Nya dengan shalat berjamaah di masjid, qiyamullail, tilawah Al Qur'an, shadaqah dan macam-macam ibadah lainnya. Terlebih lagi di sepuluh hari terakhirnya, tak ketinggalan kita coba untuk ber-itikaf di masjid, untuk lebih mendekatkan lagi diri kita yang hina ini kepangkuan Ilahi Rabbi. Memanjatkan doa memohon ampun atas semua dosa yang pernah terlakukan.
Selepas Ramadhan itu pergi, memasuki bulan syawwal kita masih bisa menghadirkan nuansa Ramadhan pada diri kita. Masih bisa kita melaksanakan ibadah shaum sunnah syawwal dan senin kemis. Masih bisa kita pertahankan untuk menghiasi malam-malamnya dengan Qiyamullail. Tilawah Qur’an masih bisa satu juz dalam sehari dan nilai-nilai plus ibadah yang lainnya. Subhanallah...
Perlahan nuansa Ramadhan itu hilang dari diri kita, shaum sunnah senin kamis kita lupakan, qiyamullail jarang lagi kita kerjakan, tilawah Al Qur’an kadang terlewatkan. Perlahan teriring semakin jauhnya kita dengan Allah SWT ditandai dari berkurangnya kualitas ibadah kita, dosa-dosa pun banyak yang kita perbuat. Astaghfirullah...
Kualitas ibadah kita mencerminkan nilai keimanan yang ada pada diri kita. Ketika kualitas ibadah kita itu menurun berarti menurun pula nilai keimanan kita. Karena memang keimanan kita kadang naik dan kadang menurun. Imam Al Ghazali menjelaskan, keimanan kita naik dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan sebaliknya keimanan kita menurun dengan melakukan kemaksitan kepada-Nya.
Tak menyadari begitu banyak dosa itu datang dari pandangan mata kita, datang dari ucapan lisan kita, datang dari pendengaran telinga kita, datang dari segenap panca indra kita. Sungguh semua itu tak terasa kita lakukan. Karena memang begitu halus cara syaitan menggelincirkan kita dari jalan yang di ridhai oleh Allah SWT. Sekalipun kita adalah orang yang senantiasa rajin beribadah, apatah lagi mereka yang memang jauh dari ajaran agama ini.
Dari berbagai arah syaitan mencoba membujuk rayu supaya kita menjadi manusia-manusia pendosa. Dari arah depan kita ia datang menggoda, dari arah belakang kita ia datang menggoda, juga dari arah kanan dan kiri kita ia datang menggoda. Supaya kita manusia jauh dari ketaatan. Seperti janji syaitan/iblis kepada Allah SWT yang diabadikan di dalam Al Qur’an:
Iblis menjawab: ”Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”(Qs. Al Araaf:16-17)
Menyadari diri yang penuh dosa, kedatangan bulan Ramadhan sungguh sangat kita rindukan, bulan yang mulia dan bulan yang penuh dengan keberkahan. Dimana Allah SWT dalam bulan Ramadhan ini menjanjikan menghapus dosa-dosa dan mengabulkan segala doa yang kita panjatkan. Dan semoga Allah SWT masih memberikan nikmat-Nya kepada kita sebuah anugerah terindah yaitu bisa merasakan kembali bulan Ramadhan tahun ini.
Tetapi banyak cerita di tahun-tahun yang lalu menjelang memasuki bulan Ramadhan bahkan mungkin juga di tahun ini, orang-orang terdekat kita, teman, sahabat, saudara bahkan juga orangtua kita telah mendahului kita menghadap Ilahi Rabbi. Pergi dan takkan pernah akan kembali lagi, selama-lamanya. Mereka tak sempat merasakan lagi Bulan Ramadhan, dan semua itu adalah takdir yang kita tidak bisa lagi untuk menawarnya. Semoga mereka yang telah mendahului kita di ampuni oleh Allah SWT akan dosa-dosanya... Amiin...
Tidak tahu dengan kita, apakah Allah SWT akan menakdirkan kita bersua kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini, atau kita ditakdirkan menyusul orang-orang terdekat kita yang telah lebih dahulu menghadap Ilahi Rabbi sebelum Ramadhan dapat kita rasakan kembali, merasakan hari-harinya yang penuh dengan keberkahan. Oleh karenanya jangan tunggu bulan Ramadhan datang untuk kita bertaubat kepadanya. Mulailah dari sekarang, dari bulan ini untuk kita dekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang zalim karena kita enggan bertaubat. Firman Allah di dalam Al Qur'an menyatakan seperti itu: "...dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Qs. Al Hujurat:11)
Hadirkan nuansa Ramadhan itu kembali. Qiyamullail, tilawah Al Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya. Supaya ketika kita ditakdirkan oleh Allah SWT. dapat kembali merasakan bulan Ramadhan yang sebentar lagi menyapa, kita bisa lebih maksimal dalam mengisi hari-harinya dengan senantiasa beribadah kepada-Nya. Sungguh jangan lewatkan hari-harinya dengan kesia-siaan.
Berusahalah ketika kita berada dalam bulan Ramadhan untuk menggapai rahmat-Nya dengan fastabiqul khairat, menunjukkan kepada Allah SWT ibadah-ibadah terbaik kita. Yang dengan itu semua Allah SWT akan membanggakan kita kepada para malaikat-Nya.
”Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian pada para malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini.” (HR. Thabrani)
Hadirkan nuansa Ramadhan itu kembali. Jika memang Allah akan memanggil kita sebelum Ramadhan itu menyapa, kita sudah berada dalam kedekatan pada-Nya. Berada dalam kondisi iman yang terbaik. Itu yang kita harapkan ketika memang Allah SWT telah tentukan akhir waktu umur kita hidup di dunia ini.
Dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah SWT untuk kita dapat bersua dan merasakan kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ditahun ini.
Allahumma Balighna Ya Ramadhan... Amiin...
Wallahu a’lam bishshawab
Tak terasa waktu terus berlalu. Hari-hari terlalui, dan bulan Ramadhan itu sebentar lagi akan datang kembali. Sepertinya baru saja kemarin Ramadhan tahun lalu kita tinggalkan, bulan mulia yang penuh dengan keberkahan. Dimana di bulan Ramadhan tahun yang lalu itu, kita begitu dekat dengan Allah SWT. Kita lalui hari-harinya untuk senantiasa beribadah kepada-Nya dengan shalat berjamaah di masjid, qiyamullail, tilawah Al Qur'an, shadaqah dan macam-macam ibadah lainnya. Terlebih lagi di sepuluh hari terakhirnya, tak ketinggalan kita coba untuk ber-itikaf di masjid, untuk lebih mendekatkan lagi diri kita yang hina ini kepangkuan Ilahi Rabbi. Memanjatkan doa memohon ampun atas semua dosa yang pernah terlakukan.
Selepas Ramadhan itu pergi, memasuki bulan syawwal kita masih bisa menghadirkan nuansa Ramadhan pada diri kita. Masih bisa kita melaksanakan ibadah shaum sunnah syawwal dan senin kemis. Masih bisa kita pertahankan untuk menghiasi malam-malamnya dengan Qiyamullail. Tilawah Qur’an masih bisa satu juz dalam sehari dan nilai-nilai plus ibadah yang lainnya. Subhanallah...
Perlahan nuansa Ramadhan itu hilang dari diri kita, shaum sunnah senin kamis kita lupakan, qiyamullail jarang lagi kita kerjakan, tilawah Al Qur’an kadang terlewatkan. Perlahan teriring semakin jauhnya kita dengan Allah SWT ditandai dari berkurangnya kualitas ibadah kita, dosa-dosa pun banyak yang kita perbuat. Astaghfirullah...
Kualitas ibadah kita mencerminkan nilai keimanan yang ada pada diri kita. Ketika kualitas ibadah kita itu menurun berarti menurun pula nilai keimanan kita. Karena memang keimanan kita kadang naik dan kadang menurun. Imam Al Ghazali menjelaskan, keimanan kita naik dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan sebaliknya keimanan kita menurun dengan melakukan kemaksitan kepada-Nya.
Tak menyadari begitu banyak dosa itu datang dari pandangan mata kita, datang dari ucapan lisan kita, datang dari pendengaran telinga kita, datang dari segenap panca indra kita. Sungguh semua itu tak terasa kita lakukan. Karena memang begitu halus cara syaitan menggelincirkan kita dari jalan yang di ridhai oleh Allah SWT. Sekalipun kita adalah orang yang senantiasa rajin beribadah, apatah lagi mereka yang memang jauh dari ajaran agama ini.
Dari berbagai arah syaitan mencoba membujuk rayu supaya kita menjadi manusia-manusia pendosa. Dari arah depan kita ia datang menggoda, dari arah belakang kita ia datang menggoda, juga dari arah kanan dan kiri kita ia datang menggoda. Supaya kita manusia jauh dari ketaatan. Seperti janji syaitan/iblis kepada Allah SWT yang diabadikan di dalam Al Qur’an:
Iblis menjawab: ”Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”(Qs. Al Araaf:16-17)
Menyadari diri yang penuh dosa, kedatangan bulan Ramadhan sungguh sangat kita rindukan, bulan yang mulia dan bulan yang penuh dengan keberkahan. Dimana Allah SWT dalam bulan Ramadhan ini menjanjikan menghapus dosa-dosa dan mengabulkan segala doa yang kita panjatkan. Dan semoga Allah SWT masih memberikan nikmat-Nya kepada kita sebuah anugerah terindah yaitu bisa merasakan kembali bulan Ramadhan tahun ini.
Tetapi banyak cerita di tahun-tahun yang lalu menjelang memasuki bulan Ramadhan bahkan mungkin juga di tahun ini, orang-orang terdekat kita, teman, sahabat, saudara bahkan juga orangtua kita telah mendahului kita menghadap Ilahi Rabbi. Pergi dan takkan pernah akan kembali lagi, selama-lamanya. Mereka tak sempat merasakan lagi Bulan Ramadhan, dan semua itu adalah takdir yang kita tidak bisa lagi untuk menawarnya. Semoga mereka yang telah mendahului kita di ampuni oleh Allah SWT akan dosa-dosanya... Amiin...
Tidak tahu dengan kita, apakah Allah SWT akan menakdirkan kita bersua kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini, atau kita ditakdirkan menyusul orang-orang terdekat kita yang telah lebih dahulu menghadap Ilahi Rabbi sebelum Ramadhan dapat kita rasakan kembali, merasakan hari-harinya yang penuh dengan keberkahan. Oleh karenanya jangan tunggu bulan Ramadhan datang untuk kita bertaubat kepadanya. Mulailah dari sekarang, dari bulan ini untuk kita dekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang zalim karena kita enggan bertaubat. Firman Allah di dalam Al Qur'an menyatakan seperti itu: "...dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Qs. Al Hujurat:11)
Hadirkan nuansa Ramadhan itu kembali. Qiyamullail, tilawah Al Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya. Supaya ketika kita ditakdirkan oleh Allah SWT. dapat kembali merasakan bulan Ramadhan yang sebentar lagi menyapa, kita bisa lebih maksimal dalam mengisi hari-harinya dengan senantiasa beribadah kepada-Nya. Sungguh jangan lewatkan hari-harinya dengan kesia-siaan.
Berusahalah ketika kita berada dalam bulan Ramadhan untuk menggapai rahmat-Nya dengan fastabiqul khairat, menunjukkan kepada Allah SWT ibadah-ibadah terbaik kita. Yang dengan itu semua Allah SWT akan membanggakan kita kepada para malaikat-Nya.
”Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian pada para malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini.” (HR. Thabrani)
Hadirkan nuansa Ramadhan itu kembali. Jika memang Allah akan memanggil kita sebelum Ramadhan itu menyapa, kita sudah berada dalam kedekatan pada-Nya. Berada dalam kondisi iman yang terbaik. Itu yang kita harapkan ketika memang Allah SWT telah tentukan akhir waktu umur kita hidup di dunia ini.
Dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah SWT untuk kita dapat bersua dan merasakan kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ditahun ini.
Allahumma Balighna Ya Ramadhan... Amiin...
Wallahu a’lam bishshawab
10 HAL YANG BUAT TUKUL ARWANA SUKSES
Tukul Arwana - Siapa sih yang ga kenal dia? yaps, sosok pelawak yang karirnya melambung tinggi ibarat "Superman" lewat acara Talk Show EMPAT MATA/BUKAN EMPAT MATA ini sepintas memang terlihat biasa-biasa saja.. Namun jangan salah dulu, sesuai dengan guyonan dia "Casingnya boleh kurang bagus, tapi dalamnya bagus donk"., Ya,gue setuju banget dengan dia. Terbukti, dia sudah berhasil menghasilkan milyar-an rupiah dari lawakan-lawakan dia yang segar tersebut. Ada beberapa sikap positif yang bisa kita tiru dari pribadi seorang Tukul Arwana ini.
1. Menghargai Orang Lain
Seseorang yang sudah sukses cenderung berperilaku sombong, kurang menghargai orang lain, dan maunya dihormati. Tukul tidaklah demikian. Ia memiliki prinsip positive thinking, tidak pernah merendahkan orang lain atau pun mengecilkan orang lain. Sebaliknya ia lebih suka membesarkan (hati) orang lain dan menghormati orang lain. Menurut Tukul, kesombongan itu akan menjadi bumerang bagi diri sendiri dan akan merugikan diri sendiri.
2. Bekerja Keras
Rahasia sukses Tukul yang lain adalah ia mau bekerja keras dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Ia juga sangat menjunjung tinggi kejujuran. Seperti diungkapkan oleh Alex, Tukul adalah salah seorang perantau yang rajin dan sangat menjunjung tinggi kerja keras dan kejujuran. Terbukti, selama tiga tahun menjadi sopir pribadinya, Alex tidak sedikit pun pernah dikecewakan., Tukul juga sangat disiplin dan menghargai waktu. Ia selalu berusaha tepat waktu dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Hal ini telah diakui oleh para mitra kerjanya. Tujuannya tidak lain agar mitra kerja Tukul selalu puas dan mau menggunakan jasanya lagi.
3. Belajar Dan Terus Belajar
Tukul merasa bahwa dirinya bukanlah berasal dari kalangan serba cukup dan bukan dari keluarga yang mempunyai banyak fasilitas maka ia merasa harus terus belajar. Semangat belajar Tukul sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat tatkala ia bekerja sebagai sopir pribadi Alex Sukamto. Mantan majikannya ini sempat heran dengan kemauan belajar Tukul yang sangat tinggi.
Seperti pernah diceritakan Alex bahwa setiap gajian, Tukul selalu menyisakan uang untuk beli buku. Alex tidak menyangka bahwa seorang sopir seperti Tukul ternyata mempunyai hobi membaca buku. Lebih mengherankan lagi, buku-buku yang dibacanya adalah tentang psikologi, politik dan lain-lain., Tukul mengakui bahwa dirinya memang tidak pintar. Ia biasa-biasa saja, tetapi ia senang membaca bacaan apa saja. Ia juga senang mengobrol bertukar pikiran. Dari kegiatan membaca atau mengobrol inilah ia bisa mendapatkan ilmu dan kemudian dijadikannya bekal untuk masa depan., Di tengah kesibukannya yang cukup padat, ia selalu berusaha menyempatkan diri untuk membaca. Ia sadar bahwa bacaan akan membuatnya tidak terbelakang. Ilmu yang semakin bertambah diyakini akan semakin menambah kemampuan dirinya sehingga ia mampu menjadi seorang penghibur sejati.
4. Hidup Itu Harus Ber-proses
Mas Tukul yakin betul bahwa hidup itu merupakan sebuah proses. Tidak ada ceritanya hidup langsung sukses, langsung kaya, atau langsung ngetop tanpa melalui sebuah proses. Mas Tukul sangat memegang prinsip bahwa yang terpenting dalam hidup adalah proses. Dan ia telah membuktikannya dengan menjalani sebuah proses yang cukup panjang, berliku dan tidak sedikit ia harus menghadapi tantangan yang begitu berat., Berjuang dengan butiran kristal keringat tentu berbeda dengan mereka yang meraih kesuksesan dengan cara instan. Mas Tukul sudah sangat kenyang diremehkan, dicaci dan dicibir. Namun, semuanya ia lalui, ia jalani tanpa menyimpan dendam. Ia jalan dari kampung ke kampung, dari panggung ke panggung yang lain dengan penuh keyakinan suatu saat bisa meraih kesuksesan. Ternyata, sukses itu akhirnya datang juga.
5. Tidak Memilih-milih Pekerjaan
Tawaran pentas tidak pernah dipilih-pilih. Di mana pun dan kapan pun tawaran itu ada maka akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab dan sikap profesional. Barangkali dari sikap inilah banyak tawaran justru mengalir dan membawa rezeki., Sementara di kalangan artis, tindakan selektif dalam memilih tawaran job sudah biasa. Bila dipertimbangkan untung ruginya tidak seimbang maka tawaran tersebut akan ditolak. Hal ini tidak pernah dialami Tukul.
6. Ikhlas Dan Serius Mengerjakan Segala Hal
Tukul tidak pernah merasa gengsi atau rendah diri mengerjakan pekerjaan apa pun. Mulai menjadi sopir omprengan, sopir pribadi, kerja di tukang pembuatan pompa, menjadi model figuran, menjadi pembawa acara dan lain-lain. Semuanya dikerjakan dengan tingkat keseriusan tinggi., Teguh, salah seorang yang biasa mengatur jadwal kegiatan Tukul, pernah mengatakan, “Bisa dibilang Mas Tukul paling semangat kalau dengar ada kerjaan. Apa saja pasti dia kerjakan.
7. Sukses adalah "Kristalisasi Keringat"
Sering melihat penampilan tukul di TV..? kalau begitu anda pasti sering mendengar kalimat ini bukan? dan dia membuktikannya.. salut...
8. Percaya Diri
Tidak perlu di ragukan lagi tingkat kepercayaan diri dari sosok Tukul ini. Percaya diri disertai ambisi dan target membuat Tukul bisa mendapat tempat tersendiri di kalangan selebritas indonesia.
9. Menerima Kekurangan Dan Memaksimalkan Kelebihan
Ini yang saya suka dari mas tukul ini.. dia tidak melihat kekurangannya sebagai batu sandungan, namun dia melihatnya sebagai pendongkrak untuk memaksimalkan kelebihan.
10. Kegagalan Adalah Sukses Yang Tertunda
Tukul sudah mengalami beberapa kali kegagalan dalam hidupnya. Namun hal itu tidak membuat nya jera ataupun putus asa. Semangat dan kreatifitasnya memang boleh diacungi dua jempol.. sukses selalu..
1. Menghargai Orang Lain
Seseorang yang sudah sukses cenderung berperilaku sombong, kurang menghargai orang lain, dan maunya dihormati. Tukul tidaklah demikian. Ia memiliki prinsip positive thinking, tidak pernah merendahkan orang lain atau pun mengecilkan orang lain. Sebaliknya ia lebih suka membesarkan (hati) orang lain dan menghormati orang lain. Menurut Tukul, kesombongan itu akan menjadi bumerang bagi diri sendiri dan akan merugikan diri sendiri.
2. Bekerja Keras
Rahasia sukses Tukul yang lain adalah ia mau bekerja keras dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Ia juga sangat menjunjung tinggi kejujuran. Seperti diungkapkan oleh Alex, Tukul adalah salah seorang perantau yang rajin dan sangat menjunjung tinggi kerja keras dan kejujuran. Terbukti, selama tiga tahun menjadi sopir pribadinya, Alex tidak sedikit pun pernah dikecewakan., Tukul juga sangat disiplin dan menghargai waktu. Ia selalu berusaha tepat waktu dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Hal ini telah diakui oleh para mitra kerjanya. Tujuannya tidak lain agar mitra kerja Tukul selalu puas dan mau menggunakan jasanya lagi.
3. Belajar Dan Terus Belajar
Tukul merasa bahwa dirinya bukanlah berasal dari kalangan serba cukup dan bukan dari keluarga yang mempunyai banyak fasilitas maka ia merasa harus terus belajar. Semangat belajar Tukul sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat tatkala ia bekerja sebagai sopir pribadi Alex Sukamto. Mantan majikannya ini sempat heran dengan kemauan belajar Tukul yang sangat tinggi.
Seperti pernah diceritakan Alex bahwa setiap gajian, Tukul selalu menyisakan uang untuk beli buku. Alex tidak menyangka bahwa seorang sopir seperti Tukul ternyata mempunyai hobi membaca buku. Lebih mengherankan lagi, buku-buku yang dibacanya adalah tentang psikologi, politik dan lain-lain., Tukul mengakui bahwa dirinya memang tidak pintar. Ia biasa-biasa saja, tetapi ia senang membaca bacaan apa saja. Ia juga senang mengobrol bertukar pikiran. Dari kegiatan membaca atau mengobrol inilah ia bisa mendapatkan ilmu dan kemudian dijadikannya bekal untuk masa depan., Di tengah kesibukannya yang cukup padat, ia selalu berusaha menyempatkan diri untuk membaca. Ia sadar bahwa bacaan akan membuatnya tidak terbelakang. Ilmu yang semakin bertambah diyakini akan semakin menambah kemampuan dirinya sehingga ia mampu menjadi seorang penghibur sejati.
4. Hidup Itu Harus Ber-proses
Mas Tukul yakin betul bahwa hidup itu merupakan sebuah proses. Tidak ada ceritanya hidup langsung sukses, langsung kaya, atau langsung ngetop tanpa melalui sebuah proses. Mas Tukul sangat memegang prinsip bahwa yang terpenting dalam hidup adalah proses. Dan ia telah membuktikannya dengan menjalani sebuah proses yang cukup panjang, berliku dan tidak sedikit ia harus menghadapi tantangan yang begitu berat., Berjuang dengan butiran kristal keringat tentu berbeda dengan mereka yang meraih kesuksesan dengan cara instan. Mas Tukul sudah sangat kenyang diremehkan, dicaci dan dicibir. Namun, semuanya ia lalui, ia jalani tanpa menyimpan dendam. Ia jalan dari kampung ke kampung, dari panggung ke panggung yang lain dengan penuh keyakinan suatu saat bisa meraih kesuksesan. Ternyata, sukses itu akhirnya datang juga.
5. Tidak Memilih-milih Pekerjaan
Tawaran pentas tidak pernah dipilih-pilih. Di mana pun dan kapan pun tawaran itu ada maka akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab dan sikap profesional. Barangkali dari sikap inilah banyak tawaran justru mengalir dan membawa rezeki., Sementara di kalangan artis, tindakan selektif dalam memilih tawaran job sudah biasa. Bila dipertimbangkan untung ruginya tidak seimbang maka tawaran tersebut akan ditolak. Hal ini tidak pernah dialami Tukul.
6. Ikhlas Dan Serius Mengerjakan Segala Hal
Tukul tidak pernah merasa gengsi atau rendah diri mengerjakan pekerjaan apa pun. Mulai menjadi sopir omprengan, sopir pribadi, kerja di tukang pembuatan pompa, menjadi model figuran, menjadi pembawa acara dan lain-lain. Semuanya dikerjakan dengan tingkat keseriusan tinggi., Teguh, salah seorang yang biasa mengatur jadwal kegiatan Tukul, pernah mengatakan, “Bisa dibilang Mas Tukul paling semangat kalau dengar ada kerjaan. Apa saja pasti dia kerjakan.
7. Sukses adalah "Kristalisasi Keringat"
Sering melihat penampilan tukul di TV..? kalau begitu anda pasti sering mendengar kalimat ini bukan? dan dia membuktikannya.. salut...
8. Percaya Diri
Tidak perlu di ragukan lagi tingkat kepercayaan diri dari sosok Tukul ini. Percaya diri disertai ambisi dan target membuat Tukul bisa mendapat tempat tersendiri di kalangan selebritas indonesia.
9. Menerima Kekurangan Dan Memaksimalkan Kelebihan
Ini yang saya suka dari mas tukul ini.. dia tidak melihat kekurangannya sebagai batu sandungan, namun dia melihatnya sebagai pendongkrak untuk memaksimalkan kelebihan.
10. Kegagalan Adalah Sukses Yang Tertunda
Tukul sudah mengalami beberapa kali kegagalan dalam hidupnya. Namun hal itu tidak membuat nya jera ataupun putus asa. Semangat dan kreatifitasnya memang boleh diacungi dua jempol.. sukses selalu..
Minggu, 09 Agustus 2009
7 Kebiasaan Orang-orang Berdaya Ingat Kuat
7 Kebiasaan Orang-orang Berdaya Ingat Kuat
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Nlcc)Jakarta, Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan tiap harinya. Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat.
Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.
Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.
Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.
Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.
Dikutip dari Prevention, Jumat (7/8/2009), ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.
1. Tidak mengonsumsi alkohol
Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.
2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya
Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.
3. Sering membaca novel
Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.
4. Selalu menyilang-nyilangkan dan menyambung-nyambungkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.
5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan
Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.
6. Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.
7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.
Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto : Nlcc)Jakarta, Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan tiap harinya. Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat.
Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.
Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.
Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.
Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.
Dikutip dari Prevention, Jumat (7/8/2009), ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.
1. Tidak mengonsumsi alkohol
Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.
2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya
Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.
3. Sering membaca novel
Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.
4. Selalu menyilang-nyilangkan dan menyambung-nyambungkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.
5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan
Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.
6. Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.
7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.
Selasa, 28 Juli 2009
Berburu Tuyul Dan Babi Ngepet
Dulu cerita tuyul merupakan hal biasa…Sekarang jadi luar biasa..
Ini salah satu cerita tuyul di kota Jakarta yang harusnya sudah terbebas dari serbuan tuyul..
================================
Di suatu pemukiman penduduk di daerah Jakarta Selatan beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2007, warganya pernah resah, bahkan keresahan itu hampir mencapai satu kelurahan. Pasalnya, di kawasan ini para warganya sering kehilangan uang secara misterius dan aneh. Uang warga yang ditaruh di rumah masing-masing itu hilang rata-rata hanya satu atau dua lembar saja, setiap orangnya.
Adalah Badi, salah satu warga yang sudah kenal dengan aku dan Ust. Ahmad, dia datang kepada kami untuk meminta tolong dan bantuan kami.
“Saya dan warga yang lainnya bingung, apa sebenarnya yang telah terjadi di kawasan kami” ujar Badi kepada kami saat mulai bercerita.
“Saya datang kepada Bapak-bapak mewakili warga yang lainnya, meminta tolong kepada Bapak-bapak untuk datang ke tempat tinggal kami” tambah Badi lagi.
Selanjutnya dia memberikan penjelasan kepada aku dan Ust. Ahmad, bahwa warga di daerah tempat tinggalnya, sudah banyak yang curiga tentang keberadaan tuyul dan babi ngepet sebagai pelaku atas hilangnya uang para warga selama ini.
Lalu Badi menjelaskan pula, bahwa dua hari lagi adalah malam Jum’at, nah pada malam Jum’at itu seluruh pengurus RT (ada 14 RT) dan seluruh pengurus RW (ada 8 RW), para mandor kampung dan petugas keamanan sudah sepakat untuk berkumpul di kawasan tersebut untuk melakukan ronda dan patroli kampung dalam rangka mencari informasi dan tindakan proaktif dalam menghadapi “teror” ini.
Menurut Badi, uang warga yang hilang hampir semuanya terjadi pada malam Jum’at.
Aku dan Ust. Ahmad masih diam, aku masih menganalisa dalam hati, apakah benar terjadinya kehilangan uang itu setiap malam Jum’at? Aku berpikir apakah ini hanya sebuah kebetulan saja, tetapi Badi justru malah tidak terima dengan argumentasiku yang mengatakan itu hanya kebetulan.
Argumentasiku sebetulnya hanya sederhana saja, di malam Jum’at adalah malam yang istimewa bagi sementara umat Islam. Misalnya mereka membaca surat Yasin, tahlilan, dzikir berjamaah, muhasabah, renungan, syukuran kepada Allah dan lain sebagainya.
Tapi di saat yang sama ada juga manusia yang sering melakukan suatu ritual yang menyimpang dari ajaran Islam. Apalagi bila itu malam Jum’at Kliwon, keseringan di malam ini dipakai oleh orang-orang yang “bingung” dengan keyakinannya melakukan ritual. Hal ini terkadang membuat kita hanya mesam-mesem dan menggelengkan kepala saja melihat ulah mereka akibat ketidak-mengertian dan kedangkalan akidah.
Contoh kasus kedangkalan akidah misalnya, di malam Jum’at kliwon ada saja orang yang hobinya memandikan benda-benda pusaka dengan membakar kemenyan yang baunya sangat menyengat hidung dan menyesakkan dada orang yang menghirup asap kemenyan itu. Padahal bila mereka mau sedikti saja menengok pada adat istiadat leluhurnya, mereka mungkin pasti menghentikan ritual yang telah jauh menyimpang dari kebiasaan para leluhurnya itu.
Konon, para leluhur mereka biasanya di malam Jum’at kliwon itu tidak memandikan benda-benda pusaka yang “mati” itu, tetapi mereka justru lebih senang memandikan diri dan hatinya yang telah kotor dan mati dengan cara mandi taubat pada Gusti Allah. Air mata mereka sering meleleh membasahi kedua matanya, pipinya bahkan sampai ketubuhnya.
Mereka sering menyanyikan “kidung malam” yang membuat hati keras jadi lunak, yang membuat orang zholim jadi sadar, yang membuat para rampok jadi sadar, yang membuat sesuatu jelek jadi bagus dan baik. Dan masih banyak lagi yang lainnya akibat dari pengaruh kidung malam.
Apakah kidung malam itu? Menurut saya, setidaknya begitulah, bahwa seorang manusia yang telah dekat dengan Robb-nya, Gusti Allah, dia akan selalu berusaha “bernyanyi” di malam sunyi, mereka akan selalu berusaha menyanyikan “kidung malam”, betapapun halangan dan rintangan yang bakal dihadapinya, mereka pasti melawan dan menerjangnya untuk dilumpuhkan sehingga dapat dikendalikan.
Kidung malam yang aku maksud adalah: bisa berupa pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an, Sholawatan, Dzikiran bahkan TANGISAN, RINTIHAN, KELUHAN dan RATAPAN yang mengiba dan memelas kepada Robb-nya, Ilahi Robbi, Gusti Allah Kang Maha Suci. Terutama di malam Jum’at (sebagai penghulunya hari) dan masih banyak lagi ritual-ritual yang lainnya.
Nah, bagi orang yang mendengarkan suara kidung malam seperti itu maka membuat hati yang keras jadi lunak, yang zholim jadi sadar, yang jelek jadi bagus, yang beringas jadi jinak dan lain sebagainya.
Kenapa bisa demikian? Mungkin Kanjeng Gusti Allah langsung mengirim dan memberikan efek positif kepada orang-orang yang telah lupa pada dirinya dan lupa pada Gusti Allah, sehingga dengan demikian maka para perampok jadi sadar, dia tidak mau lagi merampok. Seluruh santet, teluh, tidak akan pernah mempan pada orang yang berkidung malam. Orang yang berniat zholim jadi urung dengan niat jahatnya itu. Orang yang berhati keras akan jadi lunak setelah mendengarkan kidung malam. Dan tentu masih banyak lagi yang lainnya.
Namun, realitas budaya dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, malam Jum’at (apalagi Jum’at kliwon) adalah malamnya “orang-orang jahat” mencari sasaran, malamnya kuntilanak, genderuwo, tuyul, babi ngepet keluar mencari mangsa.
Ah, sudahlah, kita kembali lagi pada masalah pokok: BERBURU TUYUL DAN BABI NGEPET.
Arkian, di malam Jum’at yang telah disepakati Badi dan warga yang lainnya itu, terjadi. Aku dan Ust. Ahmad tepat pukul 22.50 sampai di kawasan tersebut.
Aku dan Ust. Ahmad diajak oleh Badi ke rumahnya Pak Agus (sebut saja begitu), dia adalah Ketua RW 04.
Di rumah Pak Agus telah banyak berkumpul para warga (semuanya laki-laki dengan memegang Handi Talki). Kurang lebih ada 20 orang. Badi memperkenalkan kepada kami, bahwa mereka semua adalah para pengurus RW, Pengurus RT, Hansip, komandan keamanan kampung dan beberapa warga yang ikut berpartisipasi “begadang” dalam rangka mencari solusi kasus kehilangan uang yang misterius dan aneh itu. Kemudian Badi juga mengenalkan kami kepada warga yang berada di situ.
Selanjutnya dengan dikomandoi oleh Pak Agus, semua yang hadir disitu bercerita, bahwa banyak warganya yang sering kehilangan uang secara misterius dan aneh, dan semuanya terjadi di malam Jum’at. Setelah itu mereka meminta tolong kepada kami untuk dapat membantu mereka dalam memecahkan dan menuntaskan masalah ini agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
Mereka khawatir para warga akan marah membabi buta bila masalah ini tidak segera diselesaikan dengan tuntas.
Aku dan Ust. Ahmad berusaha menjadi pendengar yang baik dan setia.
“Insya Allah, tapi kami juga perlu bantuan dan dukungan dari yang hadir malam ini, intinya bantulah kami dengan doa agar kami bisa mengabulkan permintaan warga di kawasan ini” jawabku pada mereka.
Setelah musyawarah, akhirnya dicapailah suatu strategi pemburuan terhadap tuyul dan babi ngepet yang diperkirakan para warga sebagai biang keladi dari keresahan yang ada selama ini.
Pukul 24.00 wib, aku, Ust. Ahmad, Badi dan satu orang Hansip pergi menyelusuri kampung. Di sepanjang lorong dan gang kami jumpai beberapa orang pria dengan pakaian gelap sedang jongkok memegang lampu senter dan sebuah tongkat. Ketika kami berpapasan atau berjumpa dengan mereka, kami saling bersapa dan mengucapkan selamat bertugas dengan suara pelan, mirip berbisik. Suasana malam itu seperti sangat mencekam.
Mungkin itulah gambaran keadaan pisik dan psikis mereka yang merasa “diteror” oleh tuyul dan babi ngepet.
Sudah 10 menit kami berkeliling kampung namun belum ada tanda-tanda keberadaan mahkluk yang kami curigai itu.
Tiba-tiba Ust. Ahmad berkata kepadaku; “Ada tuyul tuh, jumlahnya 10″ kontan saja informasi Ahmad kepadaku yang didengar pula oleh Badi dan Hansip membuat mereka sigap.
“Mana pak?” tanya Hansip.
“Itu!” jawab Ust. Ahmad dengan menunjuk ke sebuah kebun kosong yang dipagar tembok.
‘Lalu, bagaimana nih?” tanya Badi.
“Ya sudah kita tangkap saja” jawab Ust. Ahmad sambil meminta aku untuk menangkap tuyul-tuyul itu,
Aku segera berdoa kepada Allah, membaca ayat-ayat Al Qur’an dan: “Laailaaha ilallooh…!” aku tunjuk tuyul-tuyul itu dengan jari telunjuk kanan, dan Alhamdulillah mereka (para tuyul) telah terikat dengan ikatan ghoib. Mereka sudah tidak bisa lagi bergerak. Mereka diam terpaku di tempatnya.
Dengan idzin Allah Swt kami dapat menguasai para tuyul itu sehingga mereka tidak melawan sedikitpun. Aku membawa mereka seperti orang yang membawa kambing dengan tali. Lalu kami bawa tuyul-tuyul itu untuk berkeliling kampung mencari lagi barangkali masih ada lagi tuyul-tuyul yang lain atau barangkali babi ngepet.
Tidak begitu jauh dari tempat kami menangkap tuyul tadi, kami temui lagi segerombolan tuyul yang sedang kumpul (seperti rapat) dan sedang bersiap-siap untuk berpencar berbagi tugas.
“Laa ilaaha illallooh..!” aku langsung mengikat lagi tuyul-tuyul itu dengan ikatan ghoib. Jumlahnya kali ini ada 35 tuyul.
“Subhaanalloh…” ucap Badi dan Hansip hampir bersamaan ketika jumlah tuyul itu kami sampaikan kepada mereka.
Kami teruskan kembali perburuan. Kira-kira 20 meter dari tempat kami menangkap tuyul yang kedua, Ust. Ahmad langsung meminta aku untuk mengikat makhluk ghoib yang lain, kali ini adalah babi ngepet. Jumlahnya ada 8 ekor. Langsung saja aku ikat dengan ikatan ghoib dengan membaca kalimat tauhid seperti di atas.
Kami berkeliling lagi, berburu lagi. Setelah berkeliling dan berburu selama 1 jam lebih, akhirnya Ust. Ahmad memutuskan untuk kembali ke “markas”, rumah Pak Agus, Ketua RW 04.
Ketika hal itu ditanyakan oleh Badi, Ust. Ahmad menjawab; “Alhamdulillaah, semuanya sudah kita tangkap dan kita ikat…!”
“Ada berapa Pak..?”tanya Badi.
“Seluruhnya ada 250. Dengan perincian 195 tuyul dan sisanya 55 babi ngepet..”
“Lho, banyak sekali, Pak…?” tanya Badi heran.
“Yah memang begitulah, tapi kalau kita mau membaca kenyataan yang ada, sebenarnya kita tidak perlu heran, dalam arti sulit menghindari kenyataan yang ada.” jawab Ust. Ahmad.
Akhirnya kami kembali ke markas, rumah Pak Agus. Setelah proses sidang dan tanya jawab yang panjang kepada para tuyul dan babi ngepet, didapat penjelasan, bahwa memang betul, para tuyul dan para babi ngepet itulah yang telah mengambil uang para warga selama 2 tahun.
Mereka (tuyul dan babi ngepet) mengaku, bahwa mereka hanya disuruh saja oleh majikannya (orang yang memelihara tuyul dan babi ngepet). Para tuyul dan babi ngepet itu mengaku didatangkan dari sebuah gunung yang berada di sebelah timur pulau Jawa. Lalu para dukun mengirimnya ke rumah orang yang telah “membelinya” setelah memenuhi persyaratan dari para dukun.
Target uang yang mereka ambil dari manusia (para warga) setiap harinya bervariasi. Mulai ratusan ribu rupiah sampai pada jutaan rupiah.
Para pemilik makhluk ghoib yang zholim dan bathil ini, setelah uang mereka banyak lalu dibawa ke kampung halaman masing-masing. Dengan uang yang cukup banyak itu, mereka membeli tanah, rumah, kendaraan, perhiasan dan sebagainya.
“Akhir-akhir ini banyak manusia yang terjerumus ke lembah semacam ini, mereka ingin banyak uang, banyak harta, banyak kendaraan, punya banyak tanah, punya rumah mewah, tetapi sayangnya mereka tidak mau berusaha dan bekerja keras. Mereka maunya cepat dan instan, sehingga mereka memilih dan mengambil jalan seperti ini, memelihara tuyul atau memelihara babi ngepet dalam rangka untuk mempermudah dan mempercepat hasrat nafsunya yang jelek itu”
“Mereka lupa pada Allah Swt, mereka lupa pada kehidupan setelah kehidupan di dunia. Mereka mungkin punya prinsip dan pandangan yang dangkal, bahwa kehidupan manusia itu hanya di dunia ini saja. Setelah manusia mati, ya sudah…tidak ada apa-apa lagi” tambah Ust. Ahmad lagi.
“Itulah pandangan dan prinsip yang salah, sesat dan menyesatkan, pikiran itu terjadi karena hawa nafsu yang jahat. Hawa nafsu yang buruk karena selalu menuruti syetan. Mereka tidak pernah lagi mau mendengarkan nasehat dari para ustadz dan guru agama. Oh…amat malangnya mereka nanti bila tahu kehidupan yang bakal dialaminya…”
Aku lihat wajah Badi dan Hansip, nampak mereka sangat sedih. Ya, sedih kenapa jalan seperti ini banyak diminati untuk dilalui oleh orang-orang.
Aku berdoa, semoga saja mereka yang telah terlanjur menempuh jalan seperti ini akan mendapat taufiq dan hidayah dari Allah Swt, sehingga mereka bisa kembali lagi ke jalan yang lurus sebelum ajalnya tiba. Amin Ya Robbal’alamiin.
(Ust. Djonaka Ahmad dan Ust. Ahmad Ferdi)
http://alhikmah3113.wordpress.com/2009/06/23/berburu-tuyul-dan-babi-ngepet/
Ini salah satu cerita tuyul di kota Jakarta yang harusnya sudah terbebas dari serbuan tuyul..
================================
Di suatu pemukiman penduduk di daerah Jakarta Selatan beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2007, warganya pernah resah, bahkan keresahan itu hampir mencapai satu kelurahan. Pasalnya, di kawasan ini para warganya sering kehilangan uang secara misterius dan aneh. Uang warga yang ditaruh di rumah masing-masing itu hilang rata-rata hanya satu atau dua lembar saja, setiap orangnya.
Adalah Badi, salah satu warga yang sudah kenal dengan aku dan Ust. Ahmad, dia datang kepada kami untuk meminta tolong dan bantuan kami.
“Saya dan warga yang lainnya bingung, apa sebenarnya yang telah terjadi di kawasan kami” ujar Badi kepada kami saat mulai bercerita.
“Saya datang kepada Bapak-bapak mewakili warga yang lainnya, meminta tolong kepada Bapak-bapak untuk datang ke tempat tinggal kami” tambah Badi lagi.
Selanjutnya dia memberikan penjelasan kepada aku dan Ust. Ahmad, bahwa warga di daerah tempat tinggalnya, sudah banyak yang curiga tentang keberadaan tuyul dan babi ngepet sebagai pelaku atas hilangnya uang para warga selama ini.
Lalu Badi menjelaskan pula, bahwa dua hari lagi adalah malam Jum’at, nah pada malam Jum’at itu seluruh pengurus RT (ada 14 RT) dan seluruh pengurus RW (ada 8 RW), para mandor kampung dan petugas keamanan sudah sepakat untuk berkumpul di kawasan tersebut untuk melakukan ronda dan patroli kampung dalam rangka mencari informasi dan tindakan proaktif dalam menghadapi “teror” ini.
Menurut Badi, uang warga yang hilang hampir semuanya terjadi pada malam Jum’at.
Aku dan Ust. Ahmad masih diam, aku masih menganalisa dalam hati, apakah benar terjadinya kehilangan uang itu setiap malam Jum’at? Aku berpikir apakah ini hanya sebuah kebetulan saja, tetapi Badi justru malah tidak terima dengan argumentasiku yang mengatakan itu hanya kebetulan.
Argumentasiku sebetulnya hanya sederhana saja, di malam Jum’at adalah malam yang istimewa bagi sementara umat Islam. Misalnya mereka membaca surat Yasin, tahlilan, dzikir berjamaah, muhasabah, renungan, syukuran kepada Allah dan lain sebagainya.
Tapi di saat yang sama ada juga manusia yang sering melakukan suatu ritual yang menyimpang dari ajaran Islam. Apalagi bila itu malam Jum’at Kliwon, keseringan di malam ini dipakai oleh orang-orang yang “bingung” dengan keyakinannya melakukan ritual. Hal ini terkadang membuat kita hanya mesam-mesem dan menggelengkan kepala saja melihat ulah mereka akibat ketidak-mengertian dan kedangkalan akidah.
Contoh kasus kedangkalan akidah misalnya, di malam Jum’at kliwon ada saja orang yang hobinya memandikan benda-benda pusaka dengan membakar kemenyan yang baunya sangat menyengat hidung dan menyesakkan dada orang yang menghirup asap kemenyan itu. Padahal bila mereka mau sedikti saja menengok pada adat istiadat leluhurnya, mereka mungkin pasti menghentikan ritual yang telah jauh menyimpang dari kebiasaan para leluhurnya itu.
Konon, para leluhur mereka biasanya di malam Jum’at kliwon itu tidak memandikan benda-benda pusaka yang “mati” itu, tetapi mereka justru lebih senang memandikan diri dan hatinya yang telah kotor dan mati dengan cara mandi taubat pada Gusti Allah. Air mata mereka sering meleleh membasahi kedua matanya, pipinya bahkan sampai ketubuhnya.
Mereka sering menyanyikan “kidung malam” yang membuat hati keras jadi lunak, yang membuat orang zholim jadi sadar, yang membuat para rampok jadi sadar, yang membuat sesuatu jelek jadi bagus dan baik. Dan masih banyak lagi yang lainnya akibat dari pengaruh kidung malam.
Apakah kidung malam itu? Menurut saya, setidaknya begitulah, bahwa seorang manusia yang telah dekat dengan Robb-nya, Gusti Allah, dia akan selalu berusaha “bernyanyi” di malam sunyi, mereka akan selalu berusaha menyanyikan “kidung malam”, betapapun halangan dan rintangan yang bakal dihadapinya, mereka pasti melawan dan menerjangnya untuk dilumpuhkan sehingga dapat dikendalikan.
Kidung malam yang aku maksud adalah: bisa berupa pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an, Sholawatan, Dzikiran bahkan TANGISAN, RINTIHAN, KELUHAN dan RATAPAN yang mengiba dan memelas kepada Robb-nya, Ilahi Robbi, Gusti Allah Kang Maha Suci. Terutama di malam Jum’at (sebagai penghulunya hari) dan masih banyak lagi ritual-ritual yang lainnya.
Nah, bagi orang yang mendengarkan suara kidung malam seperti itu maka membuat hati yang keras jadi lunak, yang zholim jadi sadar, yang jelek jadi bagus, yang beringas jadi jinak dan lain sebagainya.
Kenapa bisa demikian? Mungkin Kanjeng Gusti Allah langsung mengirim dan memberikan efek positif kepada orang-orang yang telah lupa pada dirinya dan lupa pada Gusti Allah, sehingga dengan demikian maka para perampok jadi sadar, dia tidak mau lagi merampok. Seluruh santet, teluh, tidak akan pernah mempan pada orang yang berkidung malam. Orang yang berniat zholim jadi urung dengan niat jahatnya itu. Orang yang berhati keras akan jadi lunak setelah mendengarkan kidung malam. Dan tentu masih banyak lagi yang lainnya.
Namun, realitas budaya dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, malam Jum’at (apalagi Jum’at kliwon) adalah malamnya “orang-orang jahat” mencari sasaran, malamnya kuntilanak, genderuwo, tuyul, babi ngepet keluar mencari mangsa.
Ah, sudahlah, kita kembali lagi pada masalah pokok: BERBURU TUYUL DAN BABI NGEPET.
Arkian, di malam Jum’at yang telah disepakati Badi dan warga yang lainnya itu, terjadi. Aku dan Ust. Ahmad tepat pukul 22.50 sampai di kawasan tersebut.
Aku dan Ust. Ahmad diajak oleh Badi ke rumahnya Pak Agus (sebut saja begitu), dia adalah Ketua RW 04.
Di rumah Pak Agus telah banyak berkumpul para warga (semuanya laki-laki dengan memegang Handi Talki). Kurang lebih ada 20 orang. Badi memperkenalkan kepada kami, bahwa mereka semua adalah para pengurus RW, Pengurus RT, Hansip, komandan keamanan kampung dan beberapa warga yang ikut berpartisipasi “begadang” dalam rangka mencari solusi kasus kehilangan uang yang misterius dan aneh itu. Kemudian Badi juga mengenalkan kami kepada warga yang berada di situ.
Selanjutnya dengan dikomandoi oleh Pak Agus, semua yang hadir disitu bercerita, bahwa banyak warganya yang sering kehilangan uang secara misterius dan aneh, dan semuanya terjadi di malam Jum’at. Setelah itu mereka meminta tolong kepada kami untuk dapat membantu mereka dalam memecahkan dan menuntaskan masalah ini agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
Mereka khawatir para warga akan marah membabi buta bila masalah ini tidak segera diselesaikan dengan tuntas.
Aku dan Ust. Ahmad berusaha menjadi pendengar yang baik dan setia.
“Insya Allah, tapi kami juga perlu bantuan dan dukungan dari yang hadir malam ini, intinya bantulah kami dengan doa agar kami bisa mengabulkan permintaan warga di kawasan ini” jawabku pada mereka.
Setelah musyawarah, akhirnya dicapailah suatu strategi pemburuan terhadap tuyul dan babi ngepet yang diperkirakan para warga sebagai biang keladi dari keresahan yang ada selama ini.
Pukul 24.00 wib, aku, Ust. Ahmad, Badi dan satu orang Hansip pergi menyelusuri kampung. Di sepanjang lorong dan gang kami jumpai beberapa orang pria dengan pakaian gelap sedang jongkok memegang lampu senter dan sebuah tongkat. Ketika kami berpapasan atau berjumpa dengan mereka, kami saling bersapa dan mengucapkan selamat bertugas dengan suara pelan, mirip berbisik. Suasana malam itu seperti sangat mencekam.
Mungkin itulah gambaran keadaan pisik dan psikis mereka yang merasa “diteror” oleh tuyul dan babi ngepet.
Sudah 10 menit kami berkeliling kampung namun belum ada tanda-tanda keberadaan mahkluk yang kami curigai itu.
Tiba-tiba Ust. Ahmad berkata kepadaku; “Ada tuyul tuh, jumlahnya 10″ kontan saja informasi Ahmad kepadaku yang didengar pula oleh Badi dan Hansip membuat mereka sigap.
“Mana pak?” tanya Hansip.
“Itu!” jawab Ust. Ahmad dengan menunjuk ke sebuah kebun kosong yang dipagar tembok.
‘Lalu, bagaimana nih?” tanya Badi.
“Ya sudah kita tangkap saja” jawab Ust. Ahmad sambil meminta aku untuk menangkap tuyul-tuyul itu,
Aku segera berdoa kepada Allah, membaca ayat-ayat Al Qur’an dan: “Laailaaha ilallooh…!” aku tunjuk tuyul-tuyul itu dengan jari telunjuk kanan, dan Alhamdulillah mereka (para tuyul) telah terikat dengan ikatan ghoib. Mereka sudah tidak bisa lagi bergerak. Mereka diam terpaku di tempatnya.
Dengan idzin Allah Swt kami dapat menguasai para tuyul itu sehingga mereka tidak melawan sedikitpun. Aku membawa mereka seperti orang yang membawa kambing dengan tali. Lalu kami bawa tuyul-tuyul itu untuk berkeliling kampung mencari lagi barangkali masih ada lagi tuyul-tuyul yang lain atau barangkali babi ngepet.
Tidak begitu jauh dari tempat kami menangkap tuyul tadi, kami temui lagi segerombolan tuyul yang sedang kumpul (seperti rapat) dan sedang bersiap-siap untuk berpencar berbagi tugas.
“Laa ilaaha illallooh..!” aku langsung mengikat lagi tuyul-tuyul itu dengan ikatan ghoib. Jumlahnya kali ini ada 35 tuyul.
“Subhaanalloh…” ucap Badi dan Hansip hampir bersamaan ketika jumlah tuyul itu kami sampaikan kepada mereka.
Kami teruskan kembali perburuan. Kira-kira 20 meter dari tempat kami menangkap tuyul yang kedua, Ust. Ahmad langsung meminta aku untuk mengikat makhluk ghoib yang lain, kali ini adalah babi ngepet. Jumlahnya ada 8 ekor. Langsung saja aku ikat dengan ikatan ghoib dengan membaca kalimat tauhid seperti di atas.
Kami berkeliling lagi, berburu lagi. Setelah berkeliling dan berburu selama 1 jam lebih, akhirnya Ust. Ahmad memutuskan untuk kembali ke “markas”, rumah Pak Agus, Ketua RW 04.
Ketika hal itu ditanyakan oleh Badi, Ust. Ahmad menjawab; “Alhamdulillaah, semuanya sudah kita tangkap dan kita ikat…!”
“Ada berapa Pak..?”tanya Badi.
“Seluruhnya ada 250. Dengan perincian 195 tuyul dan sisanya 55 babi ngepet..”
“Lho, banyak sekali, Pak…?” tanya Badi heran.
“Yah memang begitulah, tapi kalau kita mau membaca kenyataan yang ada, sebenarnya kita tidak perlu heran, dalam arti sulit menghindari kenyataan yang ada.” jawab Ust. Ahmad.
Akhirnya kami kembali ke markas, rumah Pak Agus. Setelah proses sidang dan tanya jawab yang panjang kepada para tuyul dan babi ngepet, didapat penjelasan, bahwa memang betul, para tuyul dan para babi ngepet itulah yang telah mengambil uang para warga selama 2 tahun.
Mereka (tuyul dan babi ngepet) mengaku, bahwa mereka hanya disuruh saja oleh majikannya (orang yang memelihara tuyul dan babi ngepet). Para tuyul dan babi ngepet itu mengaku didatangkan dari sebuah gunung yang berada di sebelah timur pulau Jawa. Lalu para dukun mengirimnya ke rumah orang yang telah “membelinya” setelah memenuhi persyaratan dari para dukun.
Target uang yang mereka ambil dari manusia (para warga) setiap harinya bervariasi. Mulai ratusan ribu rupiah sampai pada jutaan rupiah.
Para pemilik makhluk ghoib yang zholim dan bathil ini, setelah uang mereka banyak lalu dibawa ke kampung halaman masing-masing. Dengan uang yang cukup banyak itu, mereka membeli tanah, rumah, kendaraan, perhiasan dan sebagainya.
“Akhir-akhir ini banyak manusia yang terjerumus ke lembah semacam ini, mereka ingin banyak uang, banyak harta, banyak kendaraan, punya banyak tanah, punya rumah mewah, tetapi sayangnya mereka tidak mau berusaha dan bekerja keras. Mereka maunya cepat dan instan, sehingga mereka memilih dan mengambil jalan seperti ini, memelihara tuyul atau memelihara babi ngepet dalam rangka untuk mempermudah dan mempercepat hasrat nafsunya yang jelek itu”
“Mereka lupa pada Allah Swt, mereka lupa pada kehidupan setelah kehidupan di dunia. Mereka mungkin punya prinsip dan pandangan yang dangkal, bahwa kehidupan manusia itu hanya di dunia ini saja. Setelah manusia mati, ya sudah…tidak ada apa-apa lagi” tambah Ust. Ahmad lagi.
“Itulah pandangan dan prinsip yang salah, sesat dan menyesatkan, pikiran itu terjadi karena hawa nafsu yang jahat. Hawa nafsu yang buruk karena selalu menuruti syetan. Mereka tidak pernah lagi mau mendengarkan nasehat dari para ustadz dan guru agama. Oh…amat malangnya mereka nanti bila tahu kehidupan yang bakal dialaminya…”
Aku lihat wajah Badi dan Hansip, nampak mereka sangat sedih. Ya, sedih kenapa jalan seperti ini banyak diminati untuk dilalui oleh orang-orang.
Aku berdoa, semoga saja mereka yang telah terlanjur menempuh jalan seperti ini akan mendapat taufiq dan hidayah dari Allah Swt, sehingga mereka bisa kembali lagi ke jalan yang lurus sebelum ajalnya tiba. Amin Ya Robbal’alamiin.
(Ust. Djonaka Ahmad dan Ust. Ahmad Ferdi)
http://alhikmah3113.wordpress.com/2009/06/23/berburu-tuyul-dan-babi-ngepet/
Kamis, 16 Juli 2009
Mengeluh...!
Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.
Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
'Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!'
'Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan
'job-des gue'
'Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu'.
Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.
Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.
Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita.
Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.
Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?
Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.
Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda,
mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.
Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Try it now:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.
Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini.
Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian
hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
'Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.'
sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.
Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
'Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!'
'Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan
'job-des gue'
'Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu'.
Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.
Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.
Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita.
Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.
Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?
Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.
Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda,
mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.
Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Try it now:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.
Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini.
Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian
hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
'Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.'
Langganan:
Postingan (Atom)